Senin, 24 Juni 2013

Peninggalan sejarah nabi tinggal nama

Suatu negara atau agama apapun kalau tidak ada jejak sejarahnya tidak lebih dari cerita dongeng semata, suatu saat generasi dibelakang akan bertanya, Misal, Apa Nabi itu ada? Apa para penyebar agama itu ada? Apa hanya dongeng pengantar tidur? Siapapun yang melenyapkan jejak sejarah sama dengan menghilangkan dan mengikis keyakinan dan kecintaan kepada leluhurnya.

Tidak sepatutnya suatu negara menghancurkan jejak sejarah atas nama pembangunan, terlebih peninggalan para penyebar agama. Apalagi para Nabi...
Syirik??? Nabi yang terakhir - Sayyidina Muhammad SAW saat isro miraj beliau ke tempat penghentian Nabi Musa As ketika lari dari Mesir, kemudian kembali ke Tunisia tempat Nabi Musa As menerima wahyu, lalu ke Baitullhmi (Betlehem) tempat kelahiran Nabi Isa AS, dan diteruskan ke Masjidil Aqsha di Yerussalem sebagai kiblat nabi-nabi terdahulu. Alasan syirik tidaklah tepat, karena setiap umat muslim meyakini Tiada Tuhan Selain Alloh dan Muhammad utusan Alloh.

Terlebih saat malam pertengahan bulan sy'aban (nisfu syaban) beliau ke pekuburan Baqi' tempat para syuhada dimakamkan.

ilustrasi

Minggu, 23 Juni 2013

Iblis tak memuliakan siapapun selain Allah

Kultus dalam arti menuhankan adalah untuk Nabi Isa Alaihi Salam yang dituhankan oleh Nasrani dan Uzair yang dituhankan oleh Yahudi atau yang disembah sebagai tuhan selain Allah. Namun mereka menjatuhkan istilah itu pada aswaja (ahlus sunnah wal Jama'ah) karena memuliakan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tentunya bukan pada tempatnya.

Berikut tulisan dari Habib Munzir Al Musawa yang dipublikasikan pada http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=0&func=view&catid=8&id=17163 yang menjelaskan bahwa Iblis tak memuliakan siapapun selain Allah


***** awal kutipan *****



Sabtu, 08 Juni 2013

Ini dia dua kitab wajib Jamaah Tabligh yang perlu jadi rujukan bagi kita kaum muslimin

a. ) Fadhail Amal
     

  Buku yang harganya murah tapi dibaca oleh jutaan manusia di seluruh dunia, Penulisnya tak pernah minta royalty dari hasil tulisannya.

 Ditulis oleh  Syeikhul Hadith , raisul muhaddisin Maulana Zakaria Kandahlawi



 


Mengandung 7 bahagian;

  1. Kisah- kisah para sahabat
  2. Fadhilat Quran
  3.  fadhilat Solat
  4. Fadhilat Zikir
  5. Fadhilat Tabligh
  6. Kemunduran ummat dan penyelesaiannya
  7.  Fadhilat Ramadhan

Perlu dibaca oleh semua rumah orang islam setiap hari selama setengah jam. baca secara ijtimai ( seorang baca yang lain dengar )


 
b ) Muntakhab Hadith
  

Mengandungi hadith-hadith yang dikumpul dari kitab-kitab besar
Ditulis oleh Maulana Yusof kandahlawi ( Da'i Kurun ini ,anak Maulana Ilyas Rah A )


Kumpulan hadith-hadith terdiri dari 6 bagian    :
 1. Yakin kalimah toyyibah/ Tauhid  
 2.  Solat
 3.  Ilmu dan zikir
 4.   Ikram muslimin/ Tata Pergaulan( menunaikan hak seorang muslim )
 5.  ikhlas niat ( membetulkan niat dalam amal )
 6.  dakwah dan tabligh
Perlu dibaca setiap hari oleh setiap rumah rumah orang Islam 1/2 jam setiap hari . Selingi dgn Fadhail amal. Kalo tak rumah rumah kite hanya akan dipenuhi dengan program TV. RCTI, Trans dll. Astro, tv1,2,3,7,8,9 DVD, VCD, You tube yang ngarut2 dsb.


 Kedua- dua buku ini best selling book in the world. diterjemahkan dalam pelbagai bahasa didunia. Dan hampir setiap negara ada orang yang baca buku  ini.

Minggu, 05 Mei 2013

Sejarah Burdah

Sejarah singkat Burdah al-Madih al-Mubarokah


Syair burdah diciptakan oleh Al-Bushiri (610-695H/ 1213-1296 M). Nama lengkapnya, Syarafuddin Abu Abdillah Muhammad bin Zaid al-Bushiri. Nama Burdah muncul setelah pengarangnya mengemukakan latar belakang penciptaan karya monumentalnya. Ketika al-Bushiri mendapat serangan jantung, sehingga separuh tubuhnya lumpuh, beliau berdoa tak henti-hentinya sembari mencucurkan air mata, bahkan sampai air matanya bercampur darah, mengharapkan kesembuhan dari Alloh SWT. Kemudian beliau membacakan beberapa sajak pujian. Suatu saat beliau tidak dapat menahan kantuknya, lantas tertidur dan bermimpi. Dalam mimpinya, beliau berjumpa Nabi Muhammad saw. Setelah Nabi menyentuh bagian tubuhnya yang lumpuh, beliau memberikan jubah sufi (Burdah) kepada al-Bushiri . Kemudian beliau terbangun dan mampu berdiri seperti sediakala.